wayang pkmkSemakin berkembangnya peradaban manusia memunculkan permasalahan utama yakni permasalahan limbah. Limbah plastik menjadi isu hangat dibicarakan karena limbah plastik merupakan jenis polimer yang membutuhkan waktu lama untuk terdegradasi sempurna, yaitu sekitar 1000 tahun sehingga akan mengakibatkan pencemaran lingkungan. Apabila pencemaran lingkungan akibat limbah plastik tidak disikapi dengan serius, bukan tidak mungkin akan memunculkan permasalahan lain yang lebih kompleks.

“Wayang Japlog” adalah solusi dari permasalahan tersebut karena merupakan kerajinan tanah liat yang berbentuk karakter pewayangan dengan pemanfaatan limbah plastik yang memiliki fungsi ganda yakni sebagai log jamur tiram dan hiasan. Produk ini merupakan hasil kreativitas dari tim PKM-Kewirausahaan Universitas Brawijaya didanai DIKTI dan telah lolos Program Kreativitas Mahasiswa Bidang Kewirausahaan yang terdiri dari Muhammad Bayu Mario sebagai Ketua (FP 2012) dengan anggota Priyanto Hermawan (FP 2012), Dyka Wahyu Setiawan (FP 2012), dan Elisabeth Dioma Siahaan (FP 2013).

Peluang bisnis di bidang kerajinan sangat besar seiring dengan pertumbuhan penduduk dan kesadaran masyarakat akan inovasi kerajinan yang kreatif dan  unik. Bentuknya yang menggunakan karakter wayang Gareng, Semar, Petruk, dan Bagong dapat mengedukasi masyarakat Indonesia untuk lebih mengenal dan cinta akan kebudayaan Indonesia dengan menambahkan catatan kecil pada bagian depan produk untuk mendeskripsikan mengenai tokoh pewayangan tersebut. Upaya pemanfaatan limbah plastik dilakukan dengan menempelkan cacahan plastik beraneka warna untuk mempercantik produk.

Sifatnya yang multifungsi akan sangat menarik bagi konsumen untuk membeli Wayang Japlog. Pesatnya perkembangan dunia pertanian di kota Malang menjadi peluang tersendiri bagi pengembangan Wayang Japlog, dengan strategi pemasaran melalui sistem online (media sosial), direct selling pada event-event di UB, dan pemasaran ke berbagai pasar tanaman hias di seluruh Malang Raya dengan segmen pasar yakni seluruh masyarakat Indonesia, sedangkan target konsumen potensial adalah masyarakat pecinta pertanian. Produk dibagi menjadi empat jenis bentuk wajah Wayang Japlog yakni “Semar”, “Gareng”, “Petruk”, “Bagong”dengan harga Rp. 10.000,00. Setelah Wayang Japlog berusia dua hingga tiga bulan maka akan mengalami penurunan produktivitas sehingga konsumen dapat menukarkan Wayang Japlog miliknya dengan bentuk karakter yang sama namun dengan bibit dan media jamur tiram yang baru, dan untuk itu konsumen akan dikenakan biaya isi ulang bibit sebesar Rp2.000. [elis/waw]