wabup2Wakil Bupati Kabupaten Malang, H Sanusi pada hari Selasa (15/3/2016) menyempatkan diri untuk datang ke Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya guna membicarakan mencari terobosan bagi pertanian di Kabupaten Malang. Selain meningkatkan produktivitas padi, juga keinginan untuk merubah pertanian konvensional yang ada menjadi tujuan wisata.

“Pertama kita adakan pemetaan daerah mana yang potensial untuk dikelola, kemudian Fakultas Pertanian UB dengan iptek serta relasinya dapat dipadukan sehingga nantinya pertanian di Kabupaten Malang dapat lebih bergairah, bahkan pada akhirnya petani akan untung, ketahanan pangan dengan sendirinya dapat terus berjalan.” jelas Sanusi.

Sanusi menambahkan keinginannya untuk mencari sisi lain disamping petani menghasilkan padi juga menjadi tujuan wisata pertanian sehingga pendapatan mereka bertambah. Harapannya Fakultas Pertanian dapat membantu perubahan bagi Kabupaten Malang agar lebih baik melalui penelitian, dengan tujuan utama meningkatkan pendapatan petani.

Ketua UPT. Pengembangan Usaha dan Agropreneur FP UB, Dr. Ir. Bambang Tri Rahardjo, SU. memberi masukan jika saat ini Kabupaten Malang memiliki banyak potensi, khususnya di area Kasembon yang tingkat kesuburan tanah cukup baik. Produktivitas rata-rata padi mencapai 12 ton. Saat ini telah berjalan Sekolah Lapang di UPT Kasembon yang bertujuan membangun pertanian yang efisien, yang ramah lingkungan, yang memberikan nilai tambah terhadap produktivitas melalui pendekatan rasional. Dr.Ir. Gatot Mudjiono yang juga salah satu inisiator Sekolah Lapang menambahkan bahwa Fakultas Pertanian memiliki berbagai macam model pertanian yang dapat diterapkan dilapangan. Berikutnya, Ir. Didik Suprayogo, M.Sc.,Ph.D. sebagai pegiat Agroforestry dan Ketua Badan Pertimbangan Penelitian FP UB menerangkan bagaimana uniknya agroforestry di Kabupaten Malang, sehingga bila dikemas dalam informasi edukasi yang sedemikian rupa dapat menjadi kemasan wisata.

“Jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan, memiliki rencana mendirikan Taman Kupu-Kupu lengkap dengan taman bunga. Sampai dengan saat ini telah teridentifikasi 150 spesies kupu-kupu di Malang.” kata Dekan FP UB, Prof. Dr. Ir. Nuhfil Hanani AR., MS. pada kesempatan yang sama. Langkah selanjutnya adalah menguraikan bagaimana pertanian yang ada di Malang bisa berkembang, masyarakat dan wisatanya sejahtera. Terlebih dahulu kita identifikasi kawasan kabupaten yang memiliki potensi agrowisata sekaligus menyiapkan masterplan. [waw]