verti gardenPendidikan menjadi sarana yang dapat menunjang  pertumbuhan dan perkembangan anak, yang juga berhak dinikmati oleh anak-anak difabel. Anak-anak difabel umunya memiliki masalah-masalah psikososial seperti penakut, perilaku agresif maupun terlalu menutup diri. Solusi alternatif yang dapat menjadi pembelajaran kontrol psikososial pada anak-anak difabel adalah dengan pendekatan “Ecosocial”. Pendekatan Ecosocial ini merupakan gagasan pendidikan karakter dengan memadukan aspek sosial dan lingkungan.

Lima mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya yang terlibat dalam tim PKMM didanai Dikti tahun 2014, Nur Aziza (FP Tanah 2012), Dyan Kusumaning Ayu (FP BP 2011), Mualifah Hana Rusyiana (FP HPT 2012), Miftakhul Jannah (FP Sosek 2013) dan Nur Fahmi Zakariya (FP BP 2012) menerapkan gagasan ini di Sekolah Luar Biasa (SLB) Sumber Dharma, Malang. Rata-rata siswa di SLB Sumber Dharma adalah Tunagrahita, dan ada beberapa Tunarungu. Siswa disana kebanyakan mengalami masalah seperti keterbatasan minat,  emosi yang sangat labil, bahkan beberapa juga ada yang sangat pemalu dan menutup diri. Media pembelajaran yang digunakan adalah dengan berkebun vertikulture. Kegiatan yang memiliki tag line “Vertigarden Ceria” ini dilakukan dengan metode sparing menanam vertikulture beberapa paket tanaman (sayur, toga, buah dan tanaman hias), dimana dibentuk kelompok kecil yang terdiri dari siswa-siswi SD, SMP dan SMA. Berbagai permainan atraktif dilakukan untuk menunjang keberhasilan program.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi para siswa, mereka jadi lebih bertanggung jawab dan peduli pada lingkungan, selain itu dapat menambah pengetahuan. Minimal sekarang siswa tahu biji sawi, tanaman sawi dan strawbery. Siswa-siswi juga sangat antusias, kegitannya seru dan tidak membosankan setiap minggunya” ujar Ibu Purwaningsih selaku salah satu guru di SLB Sumber Dharma.

Menurut Nur Azizah selaku ketua pelaksana program, Vertigarden Ceria dapat melatih kepekaan jiwa sosial anak-anak SLB Sumber Dharma, dimana mampu menumbuhkan sikap kerjasama, melatih tanggung jawab dan memupuk rasa saling menyayangi, serta berani bertindak dan tidak menutup diri.

Minat mahasiswa Universitas Brawijaya yang tinggi akan pendidikan anak-anak difabel membuat tim volunteer vertigarden ceria, mereka adalah para mahasiswa yang dengan sukarela membantu dalam pelaksanaan program vertigarden ceria. Sebanyak 20 orang volunteer bergabung selama lima bulan pelaksanaan program.

Secara keseluruhan hasil yang dicapai verticeria sangat baik, terlihat dari hasil evaluasi nilai raport setiap minggunya, terdapat peningkatan nilai, baik dari segi keaktifan, kedisiplinan maupun kerja sama kelompok. [azizavertigarden/waw]