Kabupaten Malang sejak lama dikenal sebagai sentra penghasil padi di Jawa Timur. Dikarenakan lahan sawah yang luas dan subur serta didukung iklim optimal, data statistik menunjukkan bahwa produktvitas padi di Kabupaten Malang mencapai 6,2 ton/ha, berada diatas produktivitas rata-rata padi di Indonesia yakni 5,3 ton/ha. Desa Kanigoro Kecamatan Pagelaran merupakan salah satu sentra produksi padi diKabupaten Malang. Sawah seluas 264 ha ditanami dengan padi sepanjang. Produksi beras di Desa Kanigoro mempunyai keunggulan dibandingkan dengan daerah lain yakni rasanya yang enak. Selain itu, dibandingkan daerah lain, Gabah Kering Giling (GKG) hingga menjadi beras hanya mengalami sosot berat kurang lebih 32-35%. Nilai ini lebih rendah dibandingkan rata-rata sosot berat mencapai lebih besar dari 35%.

Tim Lab. EPKP dan masyarakat 

Terdapat 4 penggilingan padi diDesa Kanigoro dimana salah satunya adalah unit usaha Rice Miling Unit (RMU) dari Kelompok Tani Harapan 4. Unit usaha Rice Miling Unit (RMU) didirikan pada tahun 2015 dengan kapasitas selep kurang lebih 1-1,5 ton per harinya. Produk yang dihasilkan sejauh ini dipasarkan di Desa Kanigoro dan didistribusikan melalui koperasi sebanyak kurang lebih 9 ton/bulan. Namun pada Bulan November 2019 poktan mitra memperoleh bantuan alat penggilingan baru yaitu Rice Milling Plant (RMP) dari dinas Kabupaten Malang. Melalui RMP, poktan mitra mampu melakukan penggilingan padi hingga 5 ton/hari.

Salah satu kendala yang dihadapi adalah persaingan dalam mencari bahan baku. Salah satu cara untuk mencari bahan baku adalah dengan memanfaatkan informasi dari Anggota Kelompok Tani Nelayan Kabupaten Malang. Bahan baku gabah diperoleh dari Pakisaji, Kepanjen, dan Pagelaran. Panen yang dilakukan di Kecamatan Pagelaran seluas kurang lebih 264ha termasuk dalam Daerah Irigasi Bureng 3. Panen dilakukan giliran per blok tergantung dari pembagian air. Daerah ini sepanjang tahun melakukan tanam. Produk RMU Ali Busri mempunyai keunggulan dibandingkan pesaingnya salah satunya adalah rasa beras yang dijamin enak. Namun di sisi lain, produk ini belum mempunyai brand dan ijin usaha. Selain itu permasalahan lain yang bisa muncul karena perubahan alat penggilingan yang mulanya hanya memiliki RMU namun mendapat tambahan RMP. Secara pengoperasian dan perawatan, tentu saja perawatan dan pengoperasian RMP lebih kompleks dari RMU. RMP juga menghasilkan kapasitas produksi dan jumlah produksi yang lebih banyak dibandingkan RMU, sehingga akan menentukan penanganan dan manajemen yang berbeda.

Padatahun sebelumnya Lab. EPKP sudah melakukan pendampingan analisis nutrisi dan design serta kemasan sekaligus bantuan kemasan untuk peningkatan usaha penggilian padi di Desa Kanigoro ini. Mengingat penggilingan padi memiliki peran penting karena merupakan pusat pertemuan antara produksi, pasca panen, pengolahan dan pemasaran gabah/beras maka menjadi suatu hal yang urgent untuk mengatasi masalah berdasarkan kebutuhan masyarakat setempat. Oleh karena itu, pada tahun 2020 ini dirasa perlu dilakukan program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini sebagai bentuk kontribusi Laboratorium Ekonomi Pertanian dan Kebijakan Pembangunan (EPKP) yang di Ketuai oleh Dr. Ir. Rini Dwiastuti, MS untuk memfasilitasi masyarakat untuk mengatasi permasalahannya sesuai dengan misi institusi yakni meningkatkan taraf kehidupan masyarakat. Poktan Harapan 1 di bawah pimpinan Bapak Mulyono dan terpilih menjadi mitra yang akan menerima manfaat PKM sesuai rekomendasi dari BPP Pagelaran dengan mempertimbangkan bahwa poktan ini sudah mampu melakukan penggilingan sebesar 1-1,5 ton/hari untuk memenuhi kebutuhan beras masyarakat Desa Kanigoro.

Secara garis besar, kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh tim pelaksana kegiatan dari Lab. Ekonomi Pertanian dan Kebijakan Pembangunan berjalan dengan lancar walaupun terdapat beberapa kegiatan yang tidak sesuai dengan jadwal. Salah satu hambatan yang dihadapi oleh tim pelaksana adalah adanya pandemi Covid-19 yang mengharuskan adanya social distancing. Adapun luaran yang telah dicapai pada kegiatan pengabdian masayarakat ini diantaranya adalah tersusunnya peta potensi bahan baku gabah untuk setiap bulan, modul untuk pembuatan laporan keuangan RMU, perhitungan analisis kelayakan finansial, serta peta potensi pasar untuk produk dari mitra. Luaran lainnya meliputi video kegiatan, roadmap kegiatan pengabdian kepada masyarakat dari Lab. EPKP serta publikasi kegiatan di media elektronik telah tersusun atau tercapai yang harapannya dapat membantu dalam menyelesaikan permasalahan yang dimiliki oleh kelompok tani harapan 1 tersebut. (CPN/ZMA)