Desa Bokor, Desa Slamet, dan Desa Wringinsongo yang terletak Kecamatan Tumpang merupakan sentra penghasil produk pertanian, seperti sayuran dan buah-buahan, ketiga desa tersebut juga mempunyai potensi agrowisata. Secara umum, faktor lingkungan diwilayah kecamatan ini mendukung untuk mengembangkan lebih banyak komoditas pertanian yang potensial secara ekonomi, salah satunya anggrek. Namun, masyarakat di wilayah Kecamatan Tumpang belum banyak yang tertarik untuk membudidayakan anggrek. Padahal, bisnis tanaman anggrek menjanjikan keuntungan cukup stabil dari masa ke masa

pemberian materi green house

Melihat hal tersebut tim pengabdian masyarakat  Program Pascasarjana Fakultas Pertanian UB, yang dipimpin oleh Prof. Dr. Ir. Kuswanto, MP. menyambut baik keinginan dari masyarakat tersebut dengan mengadakan pelatihan mengenal anggrek dan teknik budidayanya. Kegiatan pengabdian masyarakat ini berlangsung pada bulan November – Desember 2021 diikuti oleh anggota PKK, anggota BPD, anggota LPMD, BUMDES, karang taruna yang berasal dari tiga desa, yaitu Bokor, Slamet, dan Wringinsongo. 

Pelatihan diawali dengan pemberian materi  greenhouse untuk anggrek oleh Dedek Setia Santoso, S.Sos. dari DD Orchid Nursery. Acara dilanjutkan dengan presentasi oleh Niken Kendarini,S.P., M.Si. tentang spesies anggrek yang ada di Indonesia dan teknik budidayanya. Pendampingan diberikan pada penanaman seedling anggrek dari botol dan penggantian media tanam anggrek.

Peserta pelatihan sangat antusias mengikuti setiap rangkaian pelatihan ini, karena mereka merasa banyak manfaat setelah mengikuti seluruh rangkaian kegiatan ini,sehingga banyak para peserta mengaku tertarik untuk berusaha tani anggrek. Acara diakhiri dengan pembagian doorprize dendrobium, phalaenopsis, dan vanda kepadawakil peserta dari setiap desa. [ccu/zma]