Sayuran merupakan kebutuhan pangan manusia yang dikonsumsi untuk memenuhi asupan nutrisi tubuh manusia. Produk tanaman tersebut seharusnya bebas dari residu-residu kimia yang membahayakan konsumen. Desa Bokor yang berada di Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang, merupakan salah satu desa yang berlatar pertanian khususnya sayur mayur. Saat ini tidak sedikit sayuran yang dikonsumsi oleh masyarakat banyak mengandung residu kimia, karena para petani tidak paham bagaimana mengelola atau membudidayakan sayuran yang bebas dari residu kimia.

Berangkat dari hal tersebut Tim dosen Laboratorium Sumber Daya Lingkungan (SDL) FP UB menyelenggarakan kegiatan pengabdian masyarakat denagn mengangkat temayang “Penerapan Teknologi Budidaya Sayuran Sehat’. Sabtu (16/07/2022) di Balai Desa Bokor, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang. Kegiatan pengabdian masyarakatini diketuai oleh Prof. Dr. Ir. Nurul Aini, MS. dan melibatkan anggota-anggota kelompok tani sayur Desa Bokor, diawali dengan sambutan oleh perangkat Desa Bokor yaitu Bapak Bagus, beliau menyampaikan rasa terima kasihnya atas pelaksanaan kegiatan ini, berharap kerja sama antara pemerintah Desa Bokor dengan Lab. SDL perlu untuk dilanjutkan sehingga dapat bersinergi bersama dalam mendukung penerapan teknologi budidaya sayur sehat di tingkat petani Bokor”.

Senada dengan hal itu ketua Lab SDL, Dr. Ir. Sitawati MS. “Desa Bokor memiliki potensi dan telah didukung oleh rencana pengembangan pemerintah desa sebagai desa agrowisata. Tanaman sayur yang telah dibudidayakan dengan teknologi budidaya sehat memiliki nilai yang lebih untuk menarik minat pengunjung wisata. Oleh karena itu, kegiatan perlombaan ini bertujuan sebagai media bagi anggota kelompok tani untuk menampilkan dan memaparkan teknologi budidaya sayuran sehat yang telah diterapkan oleh masing-masing petani” ujar nya

penyerahan hadiah pemenang lomba

Kegiatan ini di isi dengan Lomba Budidaya Sayur Sehat yang  di ikuti oleh 11orang anggota kelompok tani yang tergabung ke dalam 6 kelompok, setiap kelompok peserta membuat poster yang berisikan cara penerapan teknologi budidaya sayuran sehat. Selain membuat poster, kelompok peserta juga membawa alat peraga berupa tanaman sayuran serta alat dan bahan yang digunakan dalam penerapan budidaya sayuran sehat.

Kegiatan pengabdian diakhiri dengan pengumuman pemenang lomba yang terdiri dari kategori peserta terbaik 1, 2 dan 3 serta 2 peserta favorit pengunjung. Selain pengumuman pemenang lomba, diberikan juga hadiah kepada pengunjung terpilih yang telah antusias menghadiri kegiatan lomba. Kreativitas dan inovasi di tingkat petani cukup beragam dan cukup baik, akan tetapi kreativitas dan inovasi tersebut masih perlu untuk dilakukan penelitian dan pengembangan ditingkat perguruan tinggi. Hal ini yang membutuhkan peran aktif dan pendampingan dari Universitas Brawijaya.(kya/zma)