Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya menjadi tuan rumah  Workshop “Keselarasan Kurikulum PS. Agribisnis dan PS. Agroekoteknologi dengan Peta Okupasi Kerangka Kualifikasi Sektor Pertanian Nasional Indonesia”, Sabtu, (21/9/2019) di Gedung Sentral FP UB.

Workshop tersebut merupakan salah satu dari rangkaian kegiatan teaching industry.

Teaching industry adalah bagian dari Kegiatan Inovasi Perguruan Tinggi UB yang didanai oleh Direktorat Inovasi Kemenristekdikti pada tahun 2019, yang bertujuan untuk mensinergikan fungsi Tri Dharma Perguruan Tinggi dengan kebutuhan industri.

Ketua Inovasi Perguruan Tinggi UB Ir. Arifin Noor Sugiharto menjelaskan program teaching industry berawal dari Dirjen Inovasi Perguruan Tinggi Kemenristekdikti yang memberi pendanaan untuk skema inovasi Perguruan Tinggi di bidang industri.

“UB sendiri benar-benar berkompeten dibidang industri pertanian. Hal ini bisa terbukti bahwa UB mempunyai industri dan pabrik sendiri, seperti dibidang perbenihan dan pengolahan jagung. Dengan didirikannya industri tersebut bisa memberi edukasi kepada mahasiswa sehingga lulusan FP UB benar-benar berkompeten dibidang industri pertanian,” kata Arifin.

Wakil Dekan Bidang Akademik FP UB Dr. Sujarwo, S.P., M.P. menambahkan kedepan nya Sumber Daya Manusia kita di Perguruan Tinggi harus mengikuti sertifikasi uji kompetensi guna mencipkatakan SDM yang jelas skill dan keahlian nya

“Tujuan utama kegiatan ini adalah untuk menyelaraskan kurikulum di masing masing program studi dengan output lulusan yang mempunyai ketrampilan. Dengan adanya uji kompetensi sertifikasi maka standart kualitas SDM menjadi sangat jelas dan berkompeten, sehingga berdampak juga terhadap lulusan Perguruan Tinggi khususnya Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya tidak kalah bersaing dan banyak berkontribusi dalam Masyarakat Ekonomi Asean,” jelas Sujarwo.[ Galang/Humas UB/zma]