Bertempat di ruang sidang Jurusan Hama Penyakit Tumbuhan (HPT), selasa (02/05/2018) Fakultas Pertanian UB mendapat kunjungan dari Global FSS (Farmer Fields School) Assessments Dr. Henk van den Berg. Hadir mendampingi dalam kunjungan tersebut Ketua jurusan HPT  Dr.Ir. Ludji Pantja Astuti , MS , Sekretaris Jurusan HPT yang sekaligus Ketua Tim Kajian Sekolah Lapangan Jurusan HPT, Luqman Qurata Aini , SP.,MP.,Ph.D, Ketua Laboratorium dan Dosen di lingkungan Jurusan HPT.

Dalam sambutannya Sekjur HPT Luqman  QA, Ph.D menyampaikan ucapan terima kasih dan rasa bangga atas kepercayaan Badan PBB FAO untuk melakukan kunjungan ke FPUB, “ saat ini jurusan HPT sudah banyak mendirikan sekolah lapangan dalam regional jawa timur, ini terkait salah satu dari program pengabdian masyarakat jurusan, juga salah satu program nasional PHT (Perlindungan Hama Terpadu) untuk sekolah lapangan di Indonesia, dengan adanya kunjungan penilaian ini harapannya mampu meningkatkan program tersebut, terlebih adanya standart internasional yang harus di ikuti dalam sekolah lapangan “ ujar Luqman.

Global FSS (Farmer Fields School) Assessments adalah kerjasama FAO yang bertujuan untuk mengetahui perkembangan sekolah lapangan atau FFS (Farmer Fields School) setelah akan berakhirnya Program PHT dibeberapa negara termasuk Indonesia, Indonesia menjadi negara kedua setelah Malawi yang dikunjungi oleh  Dr. Henk van den Berg yang juga dosen Department of Entomology ,Wageningen University & Research  Netherland.

Dalam penyampaiannya Dr. Henk van den Berg berharap dengan review tentang sekolah lapangan yang di lakukannya di indonesia ini mampu mengetahui kasus-kasus yang terjadi. Terlebih mungkin sekolah lapangan bisa melahirkan hasil-hasil penelitian yang yang bermamfaat, karena itu merupakan salah satu tujuan pelaksanaan sekolah lapangan.

“kami memilih indonesia karena untuk program sekolah lapangan di indonesia sudah ada 30 tahun dan mungkin pertama di dunia, selain itu juga kami akan melihat dampak dari seklolah lapangan ini untuk di tingkat petani, asosiasi petani dan termasuk mungkin ditingkat institusi seperti kementerian atau universitas. Selain itu berbagai model sekolah lapangan juga akan kami lihat seperti PHT yang sudah berjalan saat ini atau model lainnya seperti sekolah lapanagn berbasis teknologi “ ucap Henk.

Hal senada juga di sampaikan oleh Dr. Ir. Gatot Mudjiono bahwa dengan review yang yang dilakukan oleh Global FSS (Farmer Fields School) Assessments ini bisa menjadi acuan bagi sekolah lapangan di seluruh dunia,kedepannya semoga untuk sekolah lapangan yang saat ini dilakukan jurusan HPT bisa mendapat dana dari badan dunia, sehingga nantinya bisa di kembangkan dengan skala yang lebih luas.[zma]