20161025_095501Jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan (HPT) FP UB telah melaksanakan launching (pembukaan) kegiatan pengabdian masyarakat pada Selasa (25/10/2016) di desa Sukosari, kec Kasembon, Kab Malang. Pengabdian masyarakat sebagai bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi menjadi hal yang tidak bisa terlepas dari tugas dan kewajiban seorang dosen, kali ini berupa kegiatan Sekolah Lapang yang menjadi bentuk pengabdian yang dirasa paling sesuai dalam transfer ilmu pengetahuan dan penerapannya oleh petani. Pada Sekolah Lapang tidak ada guru dan murid, yang ada adalah pemandu dan yang dipandu, dalam hal ini pemandu adalah dosen HPT dan yang dipandu adalah petani sasaran. Sekolah Lapang Tindak Lanjut (SLTL) oleh HPT FP UB adalah bentuk tindak lanjut dari kegiatan SL-PB (Pertanian Berlanjut) yang pernah dilaksanakan pada 2 musim sebelumnya.

Padi dipilih sebagai basis pola tanam dikarenakan sebagian besar petani di daerah Kasembon bercocok tanam padi sebagai komoditas utamanya. Sasaran kegiatan pengabdian yaitu kelompok tani yang berada disekitar Kampus Kasembon (desa Sukosari Kecamatan Kasembon), bernama Among Tani.

20161025_103742Pembukaan SLTL dihadiri oleh sebanyak 25 petani dari kelompok tani Among dan juga kelompok wanita tani (KWT) Sri Tanjung. Dalam seremonial pembukaan, sambutan oleh Pak Budi (kepala BPP Kecamatan Kasembon) menyampaikan bahwa kendala yang dialami petani pada musim hujan seperti ini yaitu serangan penyakit pada tanaman padi yang semakin meningkat, diduga karena faktor cuaca dan petani yang masih mengaplikasikan pupuk N berlebih, selain itu masalah kelangkaan pupuk juga menjadi kendala petani. Beliau sangat mengapresiasi kegiatan SL yang dilakukan oleh HPT FP UB dan berharap dapat memberikan pengetahuan baru bahkan dapat menerapkan penelitian-penelitian sederhana di skala petani,

Sedangkan menurut Dr. Ir. Gatot Mudjiono, ketua tim pengabdian masyarakat HPT FP UB, menjelaskan bahwa mewujudkan pertanian berlanjut tidak bisa dijawab dengan cara instan. Perencanaan pertanian perlu dibuat untuk 1 tahun penuh, yaitu 3 kali musim tanam harus direncanakan diawal. Kegiatan SL ini nanti akan dilaksanakan selama 1 musim tanam, dengan pertemuan rutin di setiap minggunya. Sehingga nanti kegiatan SL akan ada sebanyak 14 hingga 16 kali pertemuan.

img-20161026-wa0000Pada pertemuan perdana SL kali ini Dr. Ir. Gatot Mudjiono membahas kesepakatan/kontrak belajar melalui penelusuran budidaya, yang dimulai dari pemilihan varietas, pembibitan, pindah tanam, olah tanah, sistem tanam, pemupukan, penyiangan, pengamatan hama penyakit dan musuh alami, serta saprodi. Pada pelaksanaan SL akan dibagi dua petak lahan, yaitu petak studi dan petak petani (sebanyak 25 petani anggota). Teknis kegiatannya yaitu masing-masing anggota petani akan menerapkan teknik budidaya padi sesuai SOP SLTL dilahannya masing-masing dan akan diamati mandiri oleh petani, serta akan ada 1 petak lagi yaitu petak studi dengan teknik budidaya padi yang sama dan akan diamati bersama-sama. Hasil diskusi menyepakati bahwa pertemuan rutin SLTL akan dilaksanakan setiap hari Rabu dengan tempat akan bergantian di anggota petani. Agenda pertemuan selanjutnya akan membahas rincian penelusuran budidaya untuk membentuk SOP dan pembuatan pupuk organik.

Akhir pertemuan ditutup oleh Dr. Ir. Bambang Tri Rahardjo, dosen HPT sekaligus ketua UPT Pengembangan Usaha dan Agropreneurship kampus Kasembon, menyampaikan bahwa selain menjaga produksi padi tetapi kualitas, sustainabilitas dan pemasaran perlu juga kita perhatikan. Terakhir, dipandu oleh Dr. Ir. Aminudin Afandhi, MS baik para petani dan dosen meneriakkan yel-yel slogan semangat, Among Tani, Hebat! Sri Tanjung, Semangat!

Kegiatan ini juga dihadiri oleh dosen HPT yang lain yaitu Prof. Dr. Ir. Abdul Latief Abadi, Dr. Ir. Sri Karindah, MS., Dr. Ir. Syamsuddin D, M., Dr. Ir. Mintarto M, MS., Dr. Ir. Aminudin Afandhi, MS., Rina Rahmawati, SP. MP., Moch Syamsul Hadi SP. MP, Fery Abdul Choliq SP. MSc., Antok Wahyu Sektiono SP. MP, Tita Widjayanti SP. Mc dan Restu Rizkyta Kusuma, SP. MSc. [RRK/TWI/waw]