Desa Bokor yang terletak di Kecamatan Tumpang Kabupaten Malang, apabila dilihat dari potensi wisatanya, sangat kurang jika dibandingkan desa-desa lainnya, dilain sisi Desa Bokor yang memiliki pekarangan dan lahan tidur yang belum termanfaatkan dengan baik . Selain itu cara bertani praktis yang mengaplikasikan pestisida kimia dan pupuk anorganik berlebihan, berdampak pada pencemaran lingkungan, meningkatkan biaya produksi

Laboratorium Sumber Daya Lingkungan (SDL) Jurusan Budidaya Pertanian (BP) Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya beserta tim pengabdian masyarakat memfokuskan Program Pengabdian Masyarakat. Tema yang diusung kali ini adalah penerapan teknologi budidaya pekarangan berbasis pertanian sehat

Prof. Dr. Ir. Husni Thamrin Sebayang, MS. ketua tim pengabdian masyarakat Lab. SDL, menjelaskan bahwa pemanfaatan pekarangan tidak hanya dilihat dari nilai ekonomis, tapi bisa juga dilihat dari nilai sosial, keindahan dan lain-lain. Desa juga bisa mengembangkan pekarangan di desa dengan tanaman tematik, menyesuaikan dengan potensi desa. Dan petani sebaiknya membudidayakan tanaman secara sehat, dengan meminimalisir pengaplikasian pestisida dan pupuk anorganik.

Jahe dipilih sebagai komoditas yang direkomendasikan untuk ditanam karena komoditas tersebut mempunyai nilai ekonomis yang tinggi, cocok untuk ditanam di pekarangan yang ternaungi dan sebagian besar petani di daerah Bokor sudah terbiasa untuk bercocok tanam jahe secara tumpang sari dengan komoditas utama. Sasaran kegiatan pengabdian yaitu kelompok tani yang berada di Desa Bokor, yaitu Kelompok Tani Subur.

Nur Azizah, SP. MP. menyampaikan bahwa jahe merupakan salah satu contoh tanaman yang bisa dikembangkan di pekarangan. Sebenarnya masih banyak lagi tanaman yang bisa dibudidayakan di pekarangan. Untuk berbudidaya jahe, petani harus mengenal bagaimana karakter jahe dan teknik budidaya jahe yang tepat.

Pada pelaksanaanpengabdian masyarakat ini juga dilakukan praktek bertanam jahe dan pembuatandemplot budidaya tanaman jahe di pekarangan. Teknis kegiatan yaitu petani akanmenerapkan budidaya di pekarangan sendiri dan diamati secara mandiri olehpetani. Juga dilakukan kegiatan pemberian bantuan bahan dan media tanam.(zma)