Sejumlah mahasiswa FPUB melakukan magang kerja di beberapa perusahaan di Thailand Terhitung sejak Selasa (30/7). Magang kerja ini merupakan buah dari kerjasama internasional yang dilakukan Universitas Brawijaya, khususnya FPUB dengan Rajamangala University of Technology Lanna yang sudah berlangsung sejak dua tahun terakhir. Magang kerja itu sendiri merupakan aktifitas non perkuliahan yang wajib ditempuh oleh tiap mahasiswa FPUB sebelum memprogram penelitian akhir (skripsi). Magang kerja (4 sks) dapat ditempuh oleh mahasiswa baik di perusahaan nasional maupun perusahaan internasional.

Di Thailand, mahasiswa-mahasiswa FPUB ditempatkan di perusahaan Chiang Mai Fresh Milk dan Chiang Mai Seed Production Factory. Berbeda dengan program magang di dalam negeri, mahasiswa yang magang di Thailand juga mendapatkan banyak tambahan pengetahuan melalui program-program yang di back up oleh RMUTL selaku partner university. Selain itu, mahasiswa FPUB juga mendapatkan pengalaman berinteraksi dengan masyarakat setempat.

Dekan FPUB, Prof. Sumeru Ashari, M.Agr., Sc., Ph.D. menyampaikan bahwa skema pendanaan, fasilitas, dan program yang sama akan diberlakukan saat mahasiswa RMUTL melakukan magang kerja di Indonesia Februari mendatang.

“Dengan demikian, kedua belah pihak FPUB dan RMUTL akan mendapatkan keuntungan yang sama tingginya baik dari segi akademik, finansial, dan lain sebagainya,” kata Prof. Sumeru.

Seperti diiketahui, untuk biaya akomodasi dan transportasi selama dua bulan, tiap mahasiswa hanya dikenakan biaya 300 USS (sekitar 3 juta rupiah). Biaya tersebut juga termasuk transportasi ke beberapa tempat wisata dan akomodasi di hotel dan penginapan kampus termasuk sebagian program short course dan asuransi kesehatan.

Dr. Anton Muhibuddin selaku penanggung jawab kegiatan mengatakan bahwa fasilitas yang diberikan dan diusahakan oleh RMUTL dari perusahaan tempat magang terhitung sangat layak apabila dibandingkan dengan fasilitas di indonesia. Salah satunya adalah tiap mahasiswa yang magang akan mendapatkan kamar yang sangat layak (setara Griya UB) dan sarana transportasi (disediakan sepeda dan mobil kampus) untuk mobilisasi mahasiswa selama program.

Ketua mahasiswa magang di Thailand Fadhlan Zuhdi melalui email menyampaikan bahwa selama lebih dari satu bulan hingga saat ini, mahasiswa sudah mendapatkan banyak sekali pengalaman, termasuk kegiatan survey yang dilakukan di perbatasan Negara Laos dan Myanmar bersama tim pembimbing. [Anton/Oky]

sumber