“Dari 2006 hingga saat ini Kementerian Pertanian dan Perikanan, Timor Leste telah berkolaborasi dengan Universitas Brawijaya untuk mendukung berbagai aktivitas berkaitan dengan pemberdayaan petani yang tercantum didalam Memorandum of Understanding serta Technical Agreement diantara kedua instansi. Beberapa proyek yang berjalan di Timor Leste menfasilitasi petani dan pegawai pemerintah untuk menambah sekaligus mempertajam pengetahuan dan kemampuan mereka, karena dalam waktu mendatang Uni Eropa akan membantu petani dalam aspek agroforestry. Dalam waktu enam hari (6-11/3/2017) perwakilan¬†Kementerian Pertanian dan Perikanan, Timor Leste mengikuti pelatihan pengelolaan model agroforestry yang dikembangkan oleh Universitas Brawijaya di Wonosalam, Blitar dan Ngantang, Jawa Timur agar nantinya dapat diadopsi oleh petani di Timor Leste.” cerita Hagus Tarno, Dr. Agr. Sc selaku ahli dalam Manajemen Hama Terpadu dan Sekolah Lapangan Petani yang sekaligus dosen di Jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan Fakultas Pertanian UB.

Pelatihan bertema “Sustainable Management of Agroforestry to Increase Ecosystem Services and Farmers Income” berupa dua aktivitas, yaitu pelatihan didalam yang disediakan untuk memberikan pengetahuan singkat bagi para peserta tentang proses agroforestry dan manajemen, dan kunjungan lapang untuk mengeksplorasi proses agroforestry dan manajemen yang dilakukan oleh petani, pemerintah dan perusahaan terkait, ungkap Hagus mengenai kegiatan yang diikuti oleh 13 perserta.

Peserta yang mengikuti pelatihan adalah Kepala National Departemen Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Pesisir, Direktur Dinas Pertanian Kota Liquica dan Ermera, Teknisi Kehutanan Kota Liquica dan Ermera, dan lain-lain.

Materi yang diangkat mulai Agroforestry Models and Ecological Services in Indonesia (General) oleh Profesor Kurniatun Hairiah, Soil Health in Coffee Based Agroforestry System oleh Syahrul Kurniawan, Ph.D., Agroforestry System for Biodiversity Conservation oleh Hagus Tarno, Dr. Agr. Sc, Agroforestry and Conservation of Natural Resources in Indonesia oleh Cahyo Prayogo, Ph.D, Rapid Carbon Stock Assessment (RaCSA) oleh Rika Ratna Sari, MP., hingga Agroforestry, Hydrological Impact for farmers in Indonesia oleh Widianto, M.Sc.

Pelatihan singkat ini bertujuan untuk mengetahui pengelolaan agroforestry di Indonesia dan model agroforestry di dataran rendah dan tinggi yang dilakukan oleh petani, pemerintah dan perusahaan (mulai dari penyediaan benih atau bibit, manajemen pembibitan, pembentukan hingga panen produk agroforestry dan penanganan produk ke pasar); dan untuk melihat contoh sekaligus memahami aspek pembibitan dan bagaimana mengelola langsung dari pekerja praktis dan petani dalam skala kecil dan luas.

Pada Jumat (10/3/2017) juga terdapat materi presentasi serta diskusi berkaitan dengan agroforestry di Ngantang yang dipandu langsung oleh Didik Suprayogo, Ph.D, kemudian presentasi serta diskusi berkaitan dengan agroforestry di Wonosalam oleh Dr. Setyono Yudo Tyasmoro, dan presentasi serta diskusi berkaitan dengan agroforestry di Blitar yang disampaikan oleh Dr. Toto Himawan. [HTN/waw]