Indonesia sebagai salah satu negara yang mempunyai keanekaragaman hayati terbanyak, termasuk salah satunya adalah serangga. Berbagai jenis serangga banyak ditemukan di Indonesia, contoh saja adalah jenis lebah pemotong daun yang ditemukan di gugusan maluku utara yang merupakan salah satu lebah terbesar di dunia yang tidak ditemukan dimanapun di dunia.

Oleh karena serangga-serangga yang ditemukan yang ada ini bisa dimamfaatkan semaksimal mungkin, tapi yang lebih penting adalah bagimana bisa dilestarikan. Karena banyak masyarakat yang belum memahami peran serangga tersebut, selama ini serangga dianggap adalah hama yang harus dibasmi dan dimusnahkan.

ki-ka Dr. Sih Kahono dan Prof. Dr.Rosichon Ubaidillah, M.Phill 

Hal itu disampaikan oleh Dr. Sih Kahono , peneliti lebah dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dalam acara Workshop dan Kuliah Tamu dengan tema “Teknik Dasar dan Terapan Serangga Bermamfaat “ yang diselenggarakan oleh Jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan (HPT) Fakultas Pertanian UB bekerja sama dengan Perhimpunan Entomologi Indonesia (PEI) Malang, jum’at (14/02/2020) bertempat di Ruang Seminar Gedung HPT FP UB.

Hadir dalam acara tersebut sekaligus membuka acara Dekan FP Dr. Damanhuri, M.S. serta Ketua Jurusan HPT Luqman Qurata Aini, S.P, M.P., Ph.D. serta Ketua PEI Malang Dr.Agr. Hagus Tarno , yang juga Wakil Dekan III FP UB. Acara ini diikuti oleh para peneliti , Dosen serta mahasiswa dari jenjang sarjana serta magister.

Adapaun pemateri kedua yaitu Prof. Dr. Rosichon Ubaidillah, M.Phill. Peneliti Pusat Penelitian Biologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) memberikan materi tentang “Kiat Identifikasi Cepat Hymenoptera Parasitoid”.

Dalam acara ini pengujian materi dilakukan melaui praktek langsung baik dilapangan ataupun dilaboratorium sehingga para peserta bisa memahami secara detail penjelasan melalui media praktek (zma)