Setelah ter-index di Google Schoolar, DOAJ dan Proquest kali ini Jurnal Internasional Agrivita telah ter-index di Scopus. Scopus adalah layanan database terbesar yang meng-index jurnal atau artikel yang telah melalui proses peer-review. Karena menjadi database abstrak dan sitasi terbesar di dunia, banyak institusi menjadikan Scopus sebagai salah satu tolok ukur sekaligus untuk kualitas jurnal dikarenakan Scopus tidak sembarangan memasukkan jurnal untuk di-index di dalamnya. Scopus sendiri mencakup sekitar 21.000 judul dari 5.000 penerbit diseluruh dunia.

Agrivita, Journal of Agricultural Science (AJAS), diterbitkan oleh Fakultas Pertanian UB sebagai media untuk hasil riset para peneliti dan dosen dengan penerbitan pada bulan Februari, Juni dan Oktober. Jurnal yang kali pertama terbit pada tahun 1978, hingga saat ini telah menerbitkan 32 volume, 96 edisi. Mulai 2010 Agrivita menjadi jurnal internasional dengan komitmen menuju perkembangan dalam pendidikan, khususnya penelitian terbaru membuat Agrivita menjadi jurnal pertanian terbaik di Indonesia.

Editor in Chief AJAS, Profesor Kuswanto secara resmi menuliskan di mailist UB pada Rabu (11/9) perkembangan dari AJAS telah sukses diakreditasi oleh Scopus. Menurut Scopus Indexing untuk AJAS, jurnal tersebut dapat dikategorikan sebagai salah satu jurnal terakreditasi terbaik di Indonesia. Bersama dengan 12 jurnal lainnya dari Indonesia dan sebagai jurnal pertama di UB yang ter-index dalam Scopus.

Melanjutkan kesuksesan Agrivita (AJAS), Profesor Kuswanto menjelas bahwa hal ini bukan sebuah tanggung jawab yang mudah untuk me-manage sebuah jurnal diakui dunia internasional. Beliau menghadapi berbagai tantangan saat memutuskan untuk merubah jurnal yang awalnya menggunakan Bahasa Indonesia ke Bahasa inggris agar dapat diterima oleh masyarakat internasional pada 2010. “Keputusan kritis juga terjadi saat artikel akan diterbitkan. Waktu artikel tersebut diterima, terkadang kami menemui kesulitan saat berhadapan dengan penulis”, tambahnya.

Beliau berharap suatu saat nanti jurnal dengan skala internasional di UB akan lebih termotivasi oleh berita ini. Juga, beliau sangat bersedia berbagi pengalaman, strategi serta benefit-nya dengan siapapun mengenai bagaimana membangun dan mengangkat jurnal ilmiah internasional untuk menjadi lebih baik di masa mendatang.