“Grup BASF yang tersebar di 17 negara dengan 100 situs produksi dan lebih dari 120 kantor pemasaran yang tersebar di Asia Pasifik menyadari bahwa crop protection sangatlah dibututuhkan. Di dunia 20 hingga 40 persen panen gagal karena persaingan dengan tanaman gulma, penyakit tanaman juga hama. Tanpa perlindungan tanaman, angkat tersebut akan meningkat dua kali lipat. Berbagai produk perlindungan tanaman dapat melindungi dari jamur pemroduksi mycotoxin yang beresiko terhadap manusia dan binatang. Secara global hanya tanaman sehat yang dapat secara efektif menggunakan pupuk dan air sekaligus manfaat dari pemuliaan tanaman modern.” jelas Leon van Mullekom – Bussiness Area Director, Crop Protection BASF ASEAN di acara International Seminar on Agriculture, kerjasama antara PT BASF dengan Fakultas Pertanian Universitas Indonesia.

Leon yang menyampaikan materiĀ Knowing Global BASF Bussiness menambahkan pemahaman akan pertanian yang sukses berubah seiring waktu. Termasuk didalamnya perlindungan tanah dan air, penyerbuk dan keanekaragaman hayati, pengaturan kesehatan dan keselamatan, kualitas tinggi dan produktivitas. Dengan semakin banyaknya manuasia, luas lahan yang dapat digarap pun akan semakin berkurang.

International Seminar on Agriculture tersebut merupakan salah satu rangkaian dari International Seminar TOP CIENCIA yang diadakan sehari sebelumnya di Singhasari Resort, dihadiri lebih dari 120 mahasiswa S1, S2, S3 serta dosen dari FP UB bertempat di Gedung Baru lantai 5 pada Rabu (15/3/2017) dibuka oleh Wakil Dekan I, Profesor Kuswanto dan Local Bussiness Manager PT BASF Indonesia AP Division, Saurin Shah.

R&D Head BASF Asia Pasific, Edson Begliomini juga turut memberikan kuliah tamu dengan tema Innovation & Technology and Commitment in Research & Development. Dilanjutkan oleh Paramita Dewi selaku Head of HR admin & GA PT BASF Indonesia yang memperkenalkan peluang karir di BASF Indonesia.

Pemateri dari Fakultas Pertanian UB tepatnya Jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan, Dr. Syamsuddin Djauhari mengantar materi The Potential of Some Isolates of Streptomyces to Control Seedlings Diseases Caused by Sclerotium rolfsii. Kemudian Akira Kikuchi mengenalkan Environment Management yang dilakukan oleh Jepang saat ini. Menutup seminar, Rina Rachmawati, MP.,M.Eng menceritakan Entomopathogenic Fungi: Optimation of Growth & Secondary Metabolites Production and the Establishment of Endophytic EPF. [waw]