Jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan (HPT) Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya (FP UB) bekerjasama dengan Gerakan Petani Nusantara (GPN) Jawa Timur mengadakan kegiatan “Membedah Permasalahan Petani Mewujudkan Pertanian Berlanjut” di Gedung Sentral 1.1 FP UB pada Rabu (25/01/2017).

Kegiatan yang di inisiasi oleh Doktor Gatot Mudjiono selaku Dosen Jurusan HPT dengan petani GPN terealisasi dengan hadirnya  85 peserta dari berbagai kota seperti Malang, Pasuruan, Magetan, Ponorogo, Kediri, Magetan, Bojonegoro, Nganjuk, Madiun, Treanggalek, Tulungagung, Batu, Banyuwangi, Sumenep, Pamekasan dan Sampang turut mengikuti kegiatan yang juga dihadiri oleh Dekan FP UB Profesor Nuhfil Hanani AR, Ketua Jurusan HPT Doktor Ludji Pantja Astuti, Kepala UPT Proteksi Tanaman Pangan dan Hortikultura Pertanian dan Pangan Provinsi Jawa Timur, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Malang serta Dosen dari berbagai Jurusan yang ada di FP UB.

Gatot Mudjiono menyampaikan mengenai pelaksanaan pengendalian hama terpadu (PHT) yang keliru dalam menerjemahkannya sehingga diperlukan pelurusan untuk melaksanakan PHT yang baik dan benar. Acara dilanjutkan dengan diskusi umum untuk mengetahui akar masalah yang dihadapi petani saat ini, dengan beberapa kesimpulan bahwa permasalahan organisme pengganggu tanaman (OPT) merupakan faktor pembatas utama budidaya tanaman yang ditambah dengan kondisi musim yang sulit ditebak. Selain itu, secara umum kondisi lahan atau tanah di pulau jawa sudah “sakit” karena terlalu banyak aplikasi pupuk dan pestisida kimia yang terus menerus dan tidak bijaksana sehingga diperlukan usaha bersama untuk menyehatkan kembali lahan pertanian melalui sistem pertanian berlanjut.

Rencana tindak lanjutnya adalah FP UB akan mengalokasikan mahasiswa untuk magang di lokasi GPN se-Jawa Timur, kemudian para dosen akan siap turun ke lapang mendampingi petani GPN dalam proses menuju pertanian yang sehat dan organik.

Mahasiswa FP UB diharapkan melaksanakan penelitian dilokasi tersebut agar secara kongkrit menjawab permasalahan yang dihadapi petani, baik dari aspek HPT, Tanah, Budidaya maupun pemasaran atau Sosial Ekonomi. [FeryAbdulCholiq/waw]