field_trip_fp_ub_5083_20160727162736Dinamika proses belajar mengajar di Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya (FP-UB) semakin berkembang. Tidak hanya mahasiswa, tetapi dosen juga berkewajiban untuk terus meng-up grade wawasan dan ilmu pengetahuan. “Ada tuntutan profesionalisme dalam bekerja,” papar Prof. Ir. Sumeru Ashari, M.Agr.Sc., PhD selaku inisiator fieldtrip yang diselenggarakan Selasa (26/7/2016). Kegiatan ini diikuti 38 dosen dari berbagai program studi di FP-UB.

Agro Techno Park (ATP) Jatikerto milik UB menjadi tujuan utama fieldtrip ini. Dosen FP-UB, Prof. Dr. Ir. Nuhfil Hanani, MS juga sangat mendukung kegiatan ini. “Fakultas sangat mendukung fieldtrip yang dilakukan oleh semua sivitas akademika FP-UB,” kata dia.

Beberapa aktivitas lapang yang diharapkan bisa menunjang tri dharma perguruan tinggi, khususnya perkuliahan dan praktikum pun dilakukan. Diantara aktivitas tersebut adalah orientasi pengenalan lapang. Dalam kegiatan ini, peserta melakukan napak tilas dengan berjalan kaki keliling kebun ATP seluas 15 hektar.

Selain itu, dilakukan juga identifikasi vegetasi serta koleksi tanaman. Pada kesempatan tersebut, berbagai jenis tanaman unggul koleksi kebun ATP pun diperkenalkan. Diantaranya koleksi tanaman pisang Mas Kirana, Durian Montong, sirsak, nangkadak (persilangan nangka dan cepedak), kedondong merah, berbagai varietas jeruk, turi merah, kopi Excelsea, pohon jati, dll. Aktivitas lapang lainnya adalah ATP’s based camp trip.

Sebagai kebun percobaan di bidang pertanian, kebun ATP memiliki kantor dan sekretariat, dimana semua data yang berkaitan dengan ATP dapat diakses. Peserta juga berkesempatan untuk mempelajari proses perijinan dan akses kebun ATP, jika ada dosen/mahasiswa ingin melakukan penelitian di kebun ATP.

Rombongan fieldtrip yang berangkat menggunakan kendaraan dinas milik FP-UB merasa senang dapat mengikuti kegiatan ini. Salah satu peserta dari Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian, Hartini, mengungkapkan, “terima kasih atas kesempatan mengikuti fieldtrip yang disponsori Fakultas Pertanian UB”. Sementara peserta lainnya dari Jurusan Budidaya Pertanian, Roviq, memberikan testimony, “momen istimewa ini sangat berkesan bagi kami. Banyak pelajaran serta wawasan baru tentang keberadaan kebun ATP yang dapat dioptimalkan untuk pendidikan, penelitian serta pengabdian kepada masyarakat di bidang pertanian masa depan”.

Kami bangga menjadi bagian sivitas akademika FP-UB. [MAJ/Roviq/Sisca/Humas UB]

 

sumber: prasetyaonline