Kelapa sawit sebagai komoditas penting di indonesia yang merupakan sumber pendapatan devisa yang sangat besar saat ini, telah ada di indonesia sejak akhir tahun 1800. Walaupun demikian dalam penelitian kelapa sawit khususnya menyangkut produktivitas sawit sangat rendah, seperti First Fruit Bunch (FFB) dan Oil Extraction Product.

Banyak faktor yang harus digali  mengenai penelitian sawit ini baik klimatologi, breeding program, agronomi, fisiologi dan sustanibility. Hal ini disebabkan karena proses penelitian mebutuhkan waktu yang sangat lama , salah satu contoh saja untuk satu siklus breeding program membutuhkan waktu 8 hingga 10 tahun lamanya, untuk pengaruh cuaca sekitar 5 hingga 10 tahun termasuk tentang pengaruh agronomi input seperti fertilizer, pestisida dan lainnya membutuhkan 4 hingga 5 tahun.

Demikian disampaikan  Group Head of Oil Palm Research and Development, Bumitama Gunajaya Agro, Dr. Joshua Matthews dalam Seminar “Applied Research and Development of Crop Production in Oil Palm” pada program 3 in 1 mata kuliah Manajemen Agroekosistem dan Manajemen Kesuburan Tanah, jum’at (26/10/2018) yang berlangsung di Ruang Seminar 1.1 Gedung Sentral FP.

“Prinsip sustainable pada sawit adalah no deforestation, no peat dan no exploitation , walaupun kadang masih bayak pandangan miring tentang kelapa sawit di Indonesia dari dunia, tapi kami bergerak sesuai dengan ketentuan yang berlaku, juga masih berpegang pada keseimbangan alam. Saat ini juga terjadi jarak antara potensi kelapa sawit dengan fakta real produksi sawit dilapangan, inilah tantangan yang harus dijawab oleh kita semua” ucap Joshua.

Pada program 3 in 1 kali ini selain memberi seminar juga diadakan workshop bersama dengan dosen-dosen pengampu mata kuliah Manajemen Agroekosistem dan Manajemen Kesuburan Tanah, untuk menindaklanjuti pengembangan pola pendidikan dalam rangka program  internship atau magang kerja bagi mahasiswa FPUB untuk bisa melaksanakan more field work, soil profiling dan  laboratory work disana.[zma]