Anton Muhibuddin mendapat kehormatan untuk memberikan ceramah di Universitas Yamaguchi, Jepang pada Selasa (19/11) kemarin. Anton memberikan ceramah dengan judul “Soil Health Management Using Mycorrhizae Fungi Information Model-Based System”. Judul yang sama juga pernah disampaikan di Korea University-Seoul dan Chulalongkorn University-Thailand. Bedanya, dalam materi kali ini Anton juga menyampaikan data terbaru hasil penelitian biodiversity yang melibatkan beberapa peneliti dari Eropa dan Amerika Latin. Dalam data tersebut terungkap bahwa biodiversitas mikroba di negara-negara Asia, terutama Asia tenggara terbukti lebih kaya dibandingkan negara-negara Eropa dan Amerika Latin. Demikian pula dengan biodiversitas jamur mikoriza yang notabene adalah jamur tanah. Keberadaan jamur mikoriza arbuskular saat ini masih dominan mempengaruhi ekosistem tanah, sehingga manajemen populasi mikoriza akan sangat tepat sebagai upaya meningkatkan kesehatan tanah.

Lebih lanjut Anton mengungkapkan bahwa simbiose yang terjadi antara mikoriza dengan tanaman selain meningkatkan kesehatan tanaman karena supplay nutrisi yang diserap mikoriza terhadap tanaman, mengurangi serangan patogen tanah melalui pertahanan fisik hifa mikoriza yang menyelimuti akar tanaman, juga meningkatkan ketersediaan unsur hara tanah dan meningkatkan keragaman mikroba tanah. Mikoriza dapat meningkatkan ketersediaan hara tanah melalui beberapa mekanisme diantaranya mekanisme perembesan hara yang terserap oleh mikoriza pada  rhizosphere, demikian tutup Anton. [ant]