Lima dosen Universitas Brawijaya mempresentasikan makalah tentang perkembangan dibidang pendidikan dan teknologi pembelajaran dalam perhelatan inte “5th International Conference on Education and New Learning Technologies (EDULEARN13)” di Barcelona, Spanyol, Senin-Selasa (1-3/7). Mereka adalah Prof Hendrawan Soetanto (Staf Ahli PR I, dan dosen Fakultas Peternakan), Prof. Aulanni’am Moertadji Rifai (Program Kedokteran Hewan), Dr. Sri Andarini (Fakultas Kedokteran), Ir. Heru Nurwarsito, M.Kom(PTIIK) dan Dr. Didik Suprayogo (F. Pertanian).

Konferensi ini diawali keynote speeker dari Banglangdesh yang menyajikan pengalaman melakukan inovasi teknologi “Mobile Education”. Inovasi ini dikaitkan dengan terobosan terhadap kondisi perubahan iklim yang menyebabkan Bangladesh lebih sering, lebih luas dan lebih lama mengalami banjir dan menyebabkan lebih banyak anak tidak sekolah pada saat banjir berlangsung. Sekolah perahu dengan energi surya (solar cell) merupakan jawaban cerdas sehingga mengubah mindset dari murid mendatangi sekolah, menjadi sekolah mendatangi murid dengan kemampuan menjadikan perahu sebagai sekolah terapung beserta fasilitas elektronik yang digerakkan oleh energi surya.

Keynote speeker yang kedua dari Amerika Serikat mempresentasikan dasyatnya teknologi informasi sebagai pendukung pembelajaran masyarakat.  Meskipun demikian keberhasilan pendidikan merupakan gabungan dari pengetahuan, nilai dan sikap. Dan sikap merupakan faktor yang dasyat dalam pendidikan, baik pendidik (dosen), tenaga pendukung kependidikan dan peserta didik (mahasiswa) sangat perlu mempraktekkan sikap yang baik.

Kegiatan seminar dilanjutkan dengan sidang komisi terkait dengan pendidikan yang meliputi beberapa kajian yakni, (1) pendidikan terbuka melalui online, (2) evaluasi dan penilaian proses belajar mahasiswa, (3) Blended Learning dan distance learning dan proses penilaian hasil belajarnya, (4) Dukungan teknologi dalam proses pebelajaran, (5) Inovasi metode pembelajaran dan pengajaran, (6) dampak web dalam pendidikan, (7) Trend dan best practices dalam pendidikan, (8) software dalam pendidikan, (9) Perancangan dan pengembangan kurikulum, (10) Internasionalisasi Universitas, (11) Isu terkini dampak dalam  pembangunan pendidikan,  (12) Penguatan pembelajaran untuk mahasiswa, (13) Kendala dalam pendidikan, (14) Pengalaman dalam penelitian, mengelola proyek penelitian dan inovasi, (15) Jaminan mutu pendidikan, (16) manajemen pendidikan, (17) Dukungan komputer dalam kerjasama pendidikan, (18) Pengalaman pengembangan pemebelajaran dan pengajaran, (19) Evaluasi dan penilaian pelaksanaan pelatihan, (20) Lingkungan belajar virtual dan system manajemen pembelajaran, (21) Pengalaman pendidikan di bidang kesehatan, (22) Pembelajaran sepanjang hayat, (23) Metode dan pengalaman dalam penelitian, (24) Dukungan mahasiswa dalam pendidikan, (25) Manajamen Penelitian. Dalam kegiatan ini kelima dosen tersebut mencoba mempromosikan pendidikan di UB di masyarakat pendidik internasional. Mereka juga banyak belajar pengalaman mendidik dan melakukan manajemen pendidikan  dari berbagai negara. Prof. Hendrawan berharap setiap dosen di UB, bersedia belajar bagaimana membelajarkan mata kuliah melalui forum seperti EDULEARN di masa mendatang. Sehingga impian untuk menjadi Universitas berskala internasional segera dapat terwujud.

SUMBER