DSC09853Diversifikasi pangan menjadi salah satu pilar utama dalam mewujudkan ketahanan pangan. Diversifikasi pangan tidak hanya sebagai upaya mengurangi ketergantungan pada beras tetapi juga upaya perbaikan gizi untuk mendapatkan manusia yang berkualitas dan mampu bersaing dalam era globalisasi. Salah satu komoditas yang dapat diolah menjadi produk diversifikasi pangan adalah talas. Talas sebagai salah satu bahan pangan lokal memiliki jumlah lemak yang rendah, hanya sekitar 0,2 persen, serta memiliki kandungan serat yang cukup tinggi hingga 5,3 gram. Jumlah tersebut cukup untuk memenuhi kebutuhan serat sampai 20,5 persen dalam sehari.

Cak-BiVun merupakan produk cake dan biskuit berbahan dasar tepung talas yang merupakan komoditas lokal Indonesia. Produk ini merupakan hasil kreativitas dari tim PKM-Kewirausahaan Universitas Brawijaya didanai DIKTI dan telah lolos Program Mahasiswa Wirausaha yang terdiri dari Asfin Kurnia sebagai Ketua (FP 2012) dengan anggota Desi Aulia (FP 2012), Erwin Abiansyah (FP 2013), Aprilia Ayu Ningsih (FPIK 2012) dan Evy Astutik (FISIP 2012). Peluang bisnis di bidang makanan sangat besar seiring dengan pertumbuhan penduduk dan kesadaran masyarakat akan pentingnya makanan sehat.

Produk Cak-BiVun terdiri dari dua pilihan rasa yaitu rasa sayur dan buah. Terdapat rasa wortel dan brokoli untuk varian rasa sayur serta rasa strawberry, melon, dan coklat untuk varian rasa buah. Harga jual produk biskuit Cak-BiVun adalah Rp 5.000 per-kemasan dengan isi 8 biskuit tiap kemasan, dan cake Cak-BiVun dijual dengan harga Rp 3.000 per-potong. Kemasan Cak-BiVun didesign unik dan kedap udara untuk menjaga kehigienisan produk. Sebagai salah satu varian kuliner yang memiliki nilai gizi tinggi, hadirnya produk Cak-BiVun dapat mendukung upaya diversifikasi pangan berbasis kearifan lokal untuk menunjang ketahanan pangan Nasional. [asfin/waw]