Laboratorium Komunikasi dan Penyuluhan Agribisnis Jurusan Sosial Ekonomi, Fakultas Pertanian,Universitas Brawijaya (UB) bekerja sama dengan PT Syngenta Indonesia,mengadakan kegiatan Kampanye Penggunaan Sarung Tangan untuk Petani Maju”.Kampanye ini dimulai dari (04/07/2019- 10/08/2019) di Kabupaten Bojonegoro dan Kabupaten Lamongan.

Terdapat tiga desa sebagai percontohan di masing-masing kabupaten. Di kabupaten Bojonegoro, kegiatan dilaksanakan di Desa Kedungdowo Kecamatan Balen, Desa Pilang Kecamatan Kanor dan Desa Pucangarum Kecamatan Baureno.
Adapun di Kabupaten Lamongan dilaksanakan di Desa Cungkup Kecamatan Pucuk, Desa Duriwetan Kecamatan Maduran dan Desa Kudikan Kecamatan Sekaran

Tujuan acara ini untuk meningkatkan pengetahuan petani mengenai risiko yang dihadapi saat menggunakan produk perlindungan tanaman, mengubah pola pikir dan kebiasaan petani, meningkatkan kesadaran petani mengenai pentingnya menjaga kesehatan diri dan keluarganya, dan menyebarluaskan manfaat APD,Kampanye ini merupakan tindak lanjut dari bahwa masih banyak petani yang tidak menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) saat bekerja. Salah satu APD yang penting adalah sarung tangan yang digunakan untuk melindungi tangan petani agar tidak terkontaminasi bahan-bahan kimia pada saat mencampur produk perlindungan tanaman.

Dalam prakteknya, penggunaan produk perlindungan tanaman yang tidak sesuai dengan rekomendasi sebagaimana tercantum pada label, memang dapat menimbulkan gangguan kesehatan pada petani mulai dari tingkat ringan sampai ke tingkat yang membahayakan. Bahkan bukan hanya petani, jika tidak hati-hati, anak dan istri petani juga dapat terkontaminasi. Oleh karena itulah diperlukan APD untuk melindungi petani agar terhindar dari gangguan kesehatan.

Bayu Adi Kusuma, SP. MBA. Selaku tim dari LaboratoriumKPM Sosek FPUB menyampaikan pentingnya petani menerapkan Good Agricultural Practices (GAP) karena ini adalah salah satuindikator petani maju. Salah satu poin dalam GAP adalah mendorong petani dankelompok tani untuk memiliki sikap dan mental yang bertanggung jawab terhadapkesehatan dan keamanan diri dan lingkungan yang bisa dipraktikkan denganpenggunaan APD secara tepat saat bekerja di lahan.“Saya berharap dengankampanye penggunaan sarung tangan, para petani yang ada di keenam desa diKabupaten Bojonegoro dan Kabupaten Lamongan dapat menjadi petani maju yang menerapkan GAP dan sadar akanperlindungan diri dalam menjaga kesehatan diri dan keluarganya saatbekerja” ujar bayu.[zma]