Jurusan Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya menyelenggarakan rangkaianpertama dari 6 kegiatan kuliah tamu program 3 in 1 mata kuliah Dasar Ilmu Tanahuntuk mahasiswa Semester 1 PS. Agroekoteknologi.

Acaraini dibuka oleh Ketua Jurusan Tanah Syahrul Kurniawan, SP., MP., Ph.D ,sekaligus sebagai koordinator dosen mata kuliah Dasar Ilmu Tanah. Dalam sambutannya menyampaikan program 3 in 1 MK. DIT bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan membuka mata mahasiswa PS Agroteknologi khususnya dari sisi praktisi dan dunia pekerjaan, karena materi dan teori perkuliahan yang disampaikan dosen pengampu perkuliahan tidak akan cukup untuk mempersiapkan lulusan S1 Agroekoteknologi masuk ke dalam dunia pekerjaan. Di sisi lain, saat ini kelapa sawit adalah komoditas primadona, yang penyumbang pendapatan negara dalam jumlah yang besar. Sehingga, setiap tahun perkembangan teknik budidaya dan teknologi terbaharukan yang diimplementasikan menarik untuk dipelajari.

Dosen praktisi yang menjadi narasumber adalah Ruli Wandri, SP, MP , Head of AgronomyResearch, R&D PT. Sampoerna Agro Tbk. Menyampaikan materi  mengenai Ketersediaan Air Tanah, Permasalahan dan Manajemen di Perkebunan Kelapa Sawit.

Dalam pemaparan materinya beliau menyampaikan bahwa lokasi lahan kelapa sawit umumnyaberada di garis khatulistiwa sehingga ketersediaan air sangat dipengaruhi oleh temperature dan curah hujan. Best practice untuk manajemen air menjadi sangat penting sebab kekeringan yang diakibat musim kemarau dapat mengurangi ekstraksi minyak kelapa sawit.

“Beberapa upaya yang dilakukan untuk mengelola air di lahan kemarau, cekaman, kekeringan, atau waterlog, adapun upaya-upaya dalam mengelola ketersediaan air tanah yang antara lain yaitu penggunaan Micropsprinkler, difungsikan di dekat tanaman untuk memberikan irigasi secara efisien dan perencanaan system tata air yang memperhatikan kondisi cuaca dan kondisi hidrologi “

“selain itu juga ada cara lainnya dengan sistem kanalisasi untuk menjaga watertable tersedia sesuai kebutuhan pertumbuhan sawit dan membagi zona tata air diseluruh areal perkebunan. Juga dengan sistem hidrologika untuk mengatur keseimbangan air di lahan sesuai kebutuhan yaitu membuang kelebihan air pada waktu hujan dan mempertahankan air yang dibutuhkan pada saat musim kemarau, terakhir melalui Sedimentation Fond atau Embung Air Filtrasi Mitigasi Lingkungan “ ujar ruli.

Kegiatan Kuliah Tamu 3 in 1 pertama ini tidak hanya diikuti oleh mahasiswa, namun juga diikuti oleh dosen-dosen. Partisipasi mahasiswa baru terhadap pembahasan ketersediaan air di sawit sangat tinggi sehingga sesi diskusi berjalan dengan aktif dan lancar. Meskipun kuliah tamu dilaksanakan di jam perkuliahan, total peserta hadir pada hari ini mencapai 400 mahasiswa.(anp/zma)